Home Budaya KEPERCAYAAN WANGSA BONOKELING

KEPERCAYAAN WANGSA BONOKELING

60
0
SHARE

InfoBudaya.com – Wangsa memiliki arti keturunan dari suatu kekuasaan pemerintahan yang dipegang oleh satu garis keturunan kerajaan itu sendiri. Bonokeling, sendiri diambil dari nama seorang Kyai yang bernama Kyai Bonokeling yang dianggap leluhur masyarakat Bonokeling.

Keyakinan Wangsa Bonokeling yang dianut warga sekitar Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah. Keyakinan ini sudah ada sejak nenek moyang kita beberapa ratusan tahun silam, namun hingga kini tetap lesatari setia dianut para pengikutnya.

Infobudaya – Bonokeling, sendiri diambil dari nama seorang Kyai yang bernama Kyai Bonokeling yang dianggap leluhur masyarakat Bonokeling.

Baca : Ciri Khas Pertunjukan Wayang Topeng Jatiduwur

Keyakinan yang diajarkan oleh Kyai Bonokeling seorang sosok spiritual Kejawen di masa lampau yang mengajarkan lima ajaran tentang kehidupan yaitu :

  1. Monembah, yang berarti sebagai manusia dianjurkan beribadah dan menyembah kepada Tuhan sesuai keyakinan masing-masing.
  2. Moguru, yaitu patuh terhadap perintah orangtua.
  3. Mongabdi, yang berarti saling menghargai dan menjalin hubungan antarsesama manusia.
  4. Makaryo yang berarti bekerja. Tanpa bekerja, manusia tak bisa mendapat kan penghasilan yang dapat menunjang kehidupannya di dunia.
  5. Manages manunggaling kawula Gusti, yang artinya hubungan manusia dengan Tuhan tidak melalui perantara apa pun.
Infobudaya – Keyakinan ini sudah ada sejak nenek moyang kita beberapa ratusan tahun silam, namun hingga kini tetap lesatari setia dianut para pengikutnya.

Baca : Surat Dukungan dan Penyelamatan dan Pemanfaatan Gedung SINGA Dari Arsitek Belanda Di AMSTERDAM

Dalam keyakinan Bonokeling, setiap orang yang lahir di muka bumi adalah titipan Tuhan. Oleh karena itu, interaksi manusia dengan Tuhannya bersifat langsung tanpa perantara.

Wangsa Bonokeling juga mempunyai tradisi yang dikenal dengan nama unggahan unggahan yaitu berkunjung ke makam leluhur dengan membawa hasil panen dengan berjalan kaki sejauh 40 Km sebagai perwujudan Rasa Syukur dan Bhakti.

Baca : Pendiri Kerajaan Sriwijaya – Dapunta Hyang, ternyata masih misteri

Ritual ini biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari baru muncul, dengan mulai yang diawali dengan melakukan caos bekti atau salam penghormatan pada para tokoh pemangku yang paling dihormati dalam rumah adat pasemuan.

Infobudaya – Ritual ini biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari baru muncul, dengan mulai yang diawali dengan melakukan caos bekti atau salam penghormatan pada para tokoh pemangku yang paling dihormati dalam rumah adat pasemuan.

Ini dimulai dari Desa Adiraja, di Kabupaten Cilacap dan kemudian berjalan kaki menuju Desa Pekuncen yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas dimana makam Kyai Bonokeling berada.

Sungguh luar biasa & mengagumkan.

LEAVE A REPLY