Home Budaya Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung...

Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung Hyang di Desa Badean

12
0
SHARE
Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung Hyang di Desa Badean

InfoBudaya – BADEAN, JEMBER — Praktik ekskavasi penyelamatan benda cagar budaya yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, menjadi puncak rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Arkeologi. Dalam sesi lapangan tersebut, para peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai teknik ekskavasi dan pentingnya menjaga integritas benda cagar budaya selama proses penggalian berlangsung.

Sejak pagi hari, suasana lokasi praktik dipenuhi antusiasme peserta yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan teori mengenai pengelolaan cagar budaya dan arkeologi publik. Di bawah pendampingan tim pemateri, peserta mulai mempraktikkan berbagai teknik dasar ekskavasi dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian.

Setiap tahapan penggalian dilakukan secara sistematis. Peserta tidak hanya belajar menggali tanah, tetapi juga memahami cara membaca lapisan tanah, mendokumentasikan temuan, hingga menjaga kondisi area ekskavasi agar tetap sesuai dengan prosedur penelitian arkeologi. Proses tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta yang sebelumnya hanya mengenal arkeologi melalui pembelajaran di ruang kelas.

Baca Juga : BIMTEK ARKEOLOGI 2026: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang Upaya Pelestarian Warisan Sejarah dan Pembukaan Potensi Budaya Desa Badean

Selama praktik berlangsung, para peserta menunjukkan dedikasi dan keseriusan tinggi. Interaksi antarpeserta terlihat aktif dan penuh semangat kolaborasi. Mereka saling membantu dalam proses penggalian maupun pencatatan data lapangan. Suasana tersebut mencerminkan tumbuhnya kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah lokal.

Salah seorang mahasiswa peserta mengaku praktik lapangan memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan pembelajaran teoritis.

“Kegiatan ini memperkuat komitmen saya untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Praktik langsung membuat saya sadar betapa rapuhnya situs arkeologi jika tidak ditangani dengan benar,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman turun langsung ke lapangan membuka kesadaran baru mengenai pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam proses pelestarian situs budaya.

Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung Hyang di Desa Badean

Kesan serupa juga disampaikan oleh peserta umum yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai praktik ekskavasi memberikan perspektif baru mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya.

“Saya kini lebih paham mengapa pelestarian bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita semua,” katanya.

Baca Juga : BIMTEK ARKEOLOGI: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang

Sementara itu, perwakilan Disporabudpar Jember menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Bimtek Arkeologi yang dinilai sejalan dengan upaya pelestarian budaya di daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai sejarah dan pentingnya menjaga situs budaya.

“Bimtek ini selaras dengan program pelestarian yang kami jalankan. Semoga semakin banyak kegiatan serupa untuk memperkaya pengetahuan masyarakat,” tuturnya.

Praktik ekskavasi penyelamatan ini menjadi salah satu sesi paling berkesan dalam rangkaian Bimtek Arkeologi 2026. Selain memberikan keterampilan dasar penelitian lapangan, kegiatan ini juga membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga benda cagar budaya sebagai bagian dari identitas dan warisan sejarah bangsa.

Baca Juga : Labuan Bajo Dengan Pesona Alamnya

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat umum, Bimtek Arkeologi diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya di tengah masyarakat. Semangat yang ditunjukkan para peserta selama kegiatan berlangsung menjadi harapan baru bagi keberlanjutan upaya pelestarian warisan budaya di masa mendatang.

LEAVE A REPLY