Home Budaya BIMTEK ARKEOLOGI: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang

BIMTEK ARKEOLOGI: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang

16
0
SHARE
Kegiatan BIMTEK Arkeologi ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya lokal.
Kegiatan BIMTEK Arkeologi ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya lokal.

InfoBudayaJember, 17 Mei 2026— Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya, akan diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Arkeologi bertema “Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Dana Indonesiana yang berfokus pada penguatan literasi budaya, sejarah, dan pelestarian tinggalan masa lalu. Acara tersebut akan diselenggarakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Aula Puncak Badean, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.

Kegiatan BIMTEK Arkeologi ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya lokal. Di tengah meningkatnya penemuan benda-benda yang diduga memiliki nilai sejarah di berbagai daerah, pemahaman masyarakat mengenai cara penanganan dan pengelolaan benda temuan masih menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit masyarakat yang belum memahami bahwa benda-benda lama yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat termasuk dalam kategori ODCB atau Objek Diduga Cagar Budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, maupun kebudayaan.

Baca Juga : Achmadana Syachrizal Muzibarrochman Firdaus Gagas Kegiatan, Lereng Selatan Gunung Hyang: Peradaban Kuno Desa Badean Kabupaten Jember

Melalui kegiatan ini, peserta akan dikenalkan pada konsep dasar mengenai ODCB, termasuk bagaimana cara mengenali ciri-ciri benda yang diduga sebagai tinggalan budaya, langkah awal penanganannya, hingga mekanisme pelaporan sesuai prosedur yang berlaku. BIMTEK ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pelestarian cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau akademisi semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan sejarah.

Tema “Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang” dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap potensi tinggalan sejarah yang berada di kawasan lereng selatan Gunung Hyang. Kawasan tersebut diketahui memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang berpotensi menyimpan berbagai tinggalan masa lalu. Oleh sebab itu, diperlukan langkah edukatif agar masyarakat mampu memahami pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda temuan yang memiliki nilai historis.

Pentingnya pelestarian warisan budaya, akan diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Arkeologi bertema “Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang”.

Kegiatan ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, penggiat sejarah, penulis, budayawan, hingga sejarawan dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia arkeologi dan pelestarian budaya. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ruang dialog dan kolaborasi dalam upaya menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam BIMTEK ini, peserta akan memperoleh materi mengenai Undang-Undang Cagar Budaya, mekanisme penanganan temuan masyarakat, serta tata cara pengelolaan ODCB yang tepat dan bertanggung jawab. Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur hukum maupun langkah yang harus dilakukan ketika menemukan benda yang diduga memiliki nilai sejarah.

Baca Juga : Membaca Sejarah dari Desa: Jejak Panjang Badean di Lereng Argopuro

Kegiatan ini akan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang sejarah dan budaya, yakni Drs. Ismail Lutfi, M.A dan Hervina Nurulita, M.A. Kedua pemateri tersebut akan membagikan wawasan, pengalaman, serta pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan dan kajian ODCB dalam perspektif akademik maupun pelestarian budaya masyarakat.

Selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda untuk lebih peduli terhadap sejarah lokal. Di era modern saat ini, perhatian terhadap warisan budaya sering kali mulai berkurang akibat derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Padahal, sejarah dan budaya merupakan identitas penting yang membentuk karakter suatu bangsa. Oleh karena itu, pengenalan terhadap tinggalan sejarah perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak kehilangan hubungan dengan akar budayanya sendiri.

BIMTEK Arkeologi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya berbasis komunitas. Melalui pemahaman yang baik mengenai ODCB dan cagar budaya, masyarakat diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menjaga, merawat, serta melaporkan benda-benda bersejarah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, proses pelestarian budaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan partisipasi publik secara aktif.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bertema sejarah dan budaya saat ini menunjukkan peningkatan yang cukup positif. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menghadirkan kegiatan edukatif seperti BIMTEK Arkeologi agar pengetahuan mengenai sejarah tidak hanya berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga mampu diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga : Ritual Penti di Flores: Warisan Budaya Unik yang Penuh Makna

Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai arkeologi dan cagar budaya, tetapi juga memiliki kesadaran bersama bahwa benda-benda peninggalan masa lalu merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah yang harus dijaga keberadaannya. Warisan budaya bukan sekadar benda kuno, melainkan jejak peradaban yang menyimpan nilai pengetahuan dan identitas budaya masyarakat.

Kegiatan BIMTEK Arkeologi ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya lokal.
Kegiatan BIMTEK Arkeologi ini hadir sebagai ruang edukasi sekaligus diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya lokal.

Dengan terselenggaranya BIMTEK Arkeologi: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang ini, diharapkan tercipta sinergi antara masyarakat, akademisi, penggiat budaya, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian sejarah serta memperkuat kesadaran akan pentingnya warisan budaya bagi masa depan.

Penulis            : Marsya Dwi Amailia 

Profil diri       : Marsya Dwi Amailia, seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan tinggi pada program studi Sejarah dan Peradaban Islam di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dan tergabung dalam Komunitas Belajar Yayasan Kulit Pohon yang aktif dalam kegiatan kesejarahan dan pelestarian kebudayaan

LEAVE A REPLY