Home Budaya Menghidupkan Sejarah di Lapangan: Dr. Ismail Lutfi Tutut Mendampingi Mahasiswa SPI Belajar...

Menghidupkan Sejarah di Lapangan: Dr. Ismail Lutfi Tutut Mendampingi Mahasiswa SPI Belajar Metode Arkeologi Langsung di Candi Jago

5
0
SHARE
Salah satu kegiatan utama dalam praktikum ini adalah dokumentasi situs. Mahasiswa melakukan pencatatan lapangan, pengambilan foto, serta pendokumentasian berbagai bagian bangunan yang dianggap memiliki nilai historis dan arkeologis.
Salah satu kegiatan utama dalam praktikum ini adalah dokumentasi situs. Mahasiswa melakukan pencatatan lapangan, pengambilan foto, serta pendokumentasian berbagai bagian bangunan yang dianggap memiliki nilai historis dan arkeologis.

InfoBudaya.com – Malang, 13 Juni 2026 – Pembelajaran sejarah tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian arkeologi, Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) UIN KHAS Jember melaksanakan Praktikum Kuliah Lapangan mata kuliah Arkeologi di Candi Jago, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan teori-teori arkeologi secara langsung pada situs bersejarah. Praktikum lapangan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa memahami proses penelitian arkeologi secara lebih komprehensif.

Baca Juga : Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung Hyang di Desa Badean

Sejak tiba di kawasan Candi Jago, mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan observasi terhadap kondisi situs, struktur bangunan, serta berbagai unsur arsitektur yang masih dapat diamati hingga saat ini. Dengan didampingi dosen pengampu, mahasiswa mempelajari karakteristik candi sebagai peninggalan masa Kerajaan Singhasari sekaligus memahami konteks sejarah yang melatarbelakangi pembangunannya. Tidak hanya di dampingi oleh dosen mata kuliah saja, Dr. Ismail Lutfi turut hadir untuk mendampingi kegiatan belajar para mahasiswa.

Salah satu kegiatan utama dalam praktikum ini adalah dokumentasi situs. Mahasiswa melakukan pencatatan lapangan, pengambilan foto, serta pendokumentasian berbagai bagian bangunan yang dianggap memiliki nilai historis dan arkeologis.
Salah satu kegiatan utama dalam praktikum ini adalah dokumentasi situs. Mahasiswa melakukan pencatatan lapangan, pengambilan foto, serta pendokumentasian berbagai bagian bangunan yang dianggap memiliki nilai historis dan arkeologis.

Salah satu kegiatan utama dalam praktikum ini adalah dokumentasi situs. Mahasiswa melakukan pencatatan lapangan, pengambilan foto, serta pendokumentasian berbagai bagian bangunan yang dianggap memiliki nilai historis dan arkeologis. Selain itu, mahasiswa juga melakukan identifikasi terhadap berbagai artefak dan unsur budaya material yang ditemukan atau diamati di sekitar situs. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengenali karakteristik tinggalan arkeologis serta memahami bagaimana artefak dapat digunakan untuk merekonstruksi kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Tidak kalah penting, mahasiswa juga melakukan analisis arsitektur terhadap bangunan Candi Jago. Mereka mengamati susunan struktur, bentuk teras, ornamen, serta relief-relief yang menghiasi dinding candi. Analisis tersebut membantu mahasiswa memahami aspek teknis pembangunan candi sekaligus makna simbolik yang terkandung dalam elemen-elemen arsitekturalnya.

Baca Juga : BIMTEK ARKEOLOGI 2026: Pengelolaan dan Kajian ODCB di Lereng Selatan Gunung Hyang Upaya Pelestarian Warisan Sejarah dan Pembukaan Potensi Budaya Desa Badean

Menurut dosen pengampu mata kuliah Arkeologi, praktikum lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari konsep-konsep dasar penelitian arkeologi, metode observasi, dokumentasi, dan interpretasi data. Melalui kunjungan langsung ke situs, konsep-konsep tersebut dapat dipahami secara lebih nyata dan aplikatif.

Mahasiswa tidak hanya membaca tentang metode penelitian arkeologi, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Mereka belajar bagaimana mengamati situs, mendokumentasikan temuan, mengidentifikasi artefak, hingga melakukan analisis awal terhadap data lapangan,” jelasnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencatat berbagai informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Pengalaman berada langsung di situs sejarah memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui buku atau presentasi di kelas.

Baca Juga : Praktik Ekskavasi Penyelamatan Jadi Puncak Antusiasme Peserta Bimtek Arkeologi Lereng Selatan Gunung Hyang di Desa Badean

Melalui Praktikum Kuliah Lapangan di Candi Jago, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai penelitian arkeologi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya. Dengan mengintegrasikan teori dan praktik, Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas guna membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan penelitian, serta kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa.

Kontributor Marsya Dwi Amailia
Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
UIN Kiai Haji Achmad Siqqid Jember

LEAVE A REPLY