Home Budaya Alasan Surabaya Jadi Kota Pahwalan

Alasan Surabaya Jadi Kota Pahwalan

2020
0
SHARE
BALAI PEMUDA, SEMULA “SIMPANG SOCIETET”
BALAI PEMUDA, SEMULA “SIMPANG SOCIETET”

Info Budaya : Surabaya satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat kehormatan karena tekad Arek-arek Surabaya dalam melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme dalam Pertemppuran 10 November 1945 dengan predikat Hari Pahlawan. Karena kejadiannya di Surabaya maka tidak berlebihan apabila Surabaya juga mendapat sebutan sebagai Kota Pahlawan.

Info Budaya Indonesia Salah Satu Gedung Bersejarah Di Kota Surabaya
Info Budaya Indonesia Salah Satu Gedung Bersejarah Di Kota Surabaya

Berbagai lokasi atau situs dan bangunan yang menjadi arena pertempuran Kota Surabaya yang terlacak telah diabadikan atau dilindungi sebagai Benda atau Bangunan Cagar Budaya di Kota Surabaya. Tidak sedikit dari bangunan bersejarah itu yang juga bernilai tinggi dalam ilmu pengetahuan khususnya arsitektur. Bangunan-bangunan itu juga menjadi salah satu ikon Kota Surabaya.

Baca : Hastag Jangan Meninggal Sebelum Ke Toraja

Misalnya Gedung-gedung : BBM di Jl. Mas Mansur, Internatio, PTP 5, Polwiltabes Surabaya Jl. Sikatan, HVA, Kantor Pos Besar, Gubernuran, Tugu Pahlawan, Bank Mandiri, SIOLA (White a Way), ALBA, Grahadi, Balai Pemuda, Balai Kota, Stasiun Semut (Surabaya Kota), Wismilak, St. Louis, Santa Maria, dan masih banyak lagi gedung-gedung bersejarah atau cagar budaya yang membuat Surabaya mendapat predikat menjadi Kota Pahlawan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Surat Keputusan Walikotamadya Surabaya Kepala daerah Tingkat II Surabaya No. 188.45/251/402.1.04/1996 dan No. 188.45/004.1.04/1998 Tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Wilayah Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, Disbudpar, Kota Surabaya, 2008
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Surat Keputusan Walikotamadya Surabaya Kepala daerah Tingkat II Surabaya No. 188.45/251/402.1.04/1996 dan No. 188.45/004.1.04/1998 Tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Wilayah Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, Disbudpar, Kota Surabaya, 2008

Gedung GNI di Jalan Bubutan Surabaya

Di GNI ini mulai 23-27 Agustus 1945 Arek-arek Surabaya membentuk KNI, BKR di tingkat Propinsi dan Jawa Timur dan Karesidenan Surabaya. GNI didirikan tahun 1934 oleh Dr. Sutomo, dan sejak itu menjadi pusat pergerakan nasional antaralain Indonesische Studie Club, Kepanduan Sureya Wirawan, dll.
Di GNI ini mulai 23-27 Agustus 1945 Arek-arek Surabaya membentuk KNI, BKR di tingkat Propinsi dan Jawa Timur dan Karesidenan Surabaya. GNI didirikan tahun 1934 oleh Dr. Sutomo, dan sejak itu menjadi pusat pergerakan nasional antaralain Indonesische Studie Club, Kepanduan Sureya Wirawan, dll.

Gedung HVA (HANDELS VERENEGING AMSTERDAM). Menjadi Markas BKR Jawa Timur dibawah Komando DRG. MUSTOPO.

GEDUNG HVA (HANDELS VERENEGING AMSTERDAM)
GEDUNG HVA (HANDELS VERENEGING AMSTERDAM)

Gedung Balai Pemuda, semula  Simpang Societet

BALAI PEMUDA, SEMULA “SIMPANG SOCIETET”
BALAI PEMUDA, SEMULA “SIMPANG SOCIETET”

Sejak awal Proklamasi menjdi markas PRI (Pemuda Republik Indonesia) organisasi kepemudaan berpengaruh luas di Surabaya. Akan tetapi para anggota PRI dalam menangani perkara sngat “sadis”. Tidak sedikit mereka yang dianggap musuh tatkala diinterogasi pulang tinggal nama. PRI berseragam hitam-hitam. Soemarsono pemimpinnya kemudian terlibat dalam Peristiwa Madiun.

Peristiwa yang sering jadi kegiatan pertunjukan adalah peristiwa perobekan Bendera Di Hotel Yamato sekarang lebih dikenal dengan sebutan Hotel Majapahit.

Gedung Hotel Majapahit, tempat terjadinya perobekan bendera Belanda. semula bernama Hotel Yamato (Orange Hotel)

Sejarah Budaya Hotel Majapahit (Dulu Hotel Yamato/Orage)
Sejarah Budaya Hotel Majapahit (Dulu Hotel Yamato/Orage)
Sejarah Budaya Peristiwa Perobekan Bendera Belanda Di Hotel Orange/Yamato
Sejarah Budaya Peristiwa Perobekan Bendera Belanda Di Hotel Orange/Yamato

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian heroik yang menyebabkan Surabaya layak disebut sebagai kota Pahlawan. Salah satu peristiwa besar adalah terbunuhnya  Brigjen AWS Mallaby yang saat itu baru keluar dari markasnya (headquaarteri) di gedung Internatio, di dalam mobilnya Mallaby tewas tertembak, namun siapa yang melakukan penembakan itu saampai sekarang masih menjadi misteri.

Sobat Info budaya yang berkunjung ke Kota Pahwan atau biasa disebut juga dengan sebutan kota Arek, jangan lupa untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah, agar semangat perjuangan tetap berkobar dalam diri, untuk melanjutkan pembangunan Indonesia

LEAVE A REPLY