Home Kesenian Meimura Tokoh Teater Di Surabaya Jatim

Meimura Tokoh Teater Di Surabaya Jatim

621
0
SHARE
Info Budaya Salah Satu Karya Meimura di THR Surabaya
Info Budaya Meimura Karya di THR

Meimura dan teater Bak Pinang Di Belah Dua

Info Budaya : Meimura salah satu seniman nyentrik di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. Kipra beliau dalam dunia seni tidak diragukan lagi, bahkan yang perlu dipertanyakan jika ada seniman Surabaya yang tidak mengenal Meimura, apalagi dalam dunia teater.

Info Budaya Tokoh Teater Meimura di THR
Info Budaya Tokoh Teater Meimura di THR

Kepeduliannya terhadap perlestarian kebudayaan membuat Cak Mei (Begitu dida di panggil di Kota arek) sehingga ia terlibat dlam kegiatan kesenian dan kebudayaan di dewan Kesenian Jawa Timur.

Salah satu pengalaman menarik penulis (Dudheq) bersama Meimura sewaktu membuat Drama Kolosal Surabaya Membara, semangat perjuangan yang di tularkan kepada generasi muda. Baik pelajar, mahasiswa, komunitas dan bahkan berbagai instansi agar mau bekerja sama memngangkat icon kota Surabaya menjadi salah satu kegiatan kolosal, dan akhirnya terwujud kegiatan tersebut. Drama Kolosal Surabaya Membara.

Mengenal dunia teater sejak usia 12 Tahun hingga kini masih aktif sebagai pemain, sutradara juga penulis naskah.

Beberapa karya Cak Mei seperti yang telah menjadi sejarah jika Meimura dengan teater tidak bisa dipisahkan yaitu 28 naskah drama radio, 16 naskah panggung (teater), 2 naskah TV play

Bahkan beberapa prestasi seperti : Aktor terbaik 1 lomba drama pelajar 1978, Sutradara terbaik 1 lomba drama Jawa Pos.
Dari kecintaanya tersebut sehingga Meimura membuat Organisasi Teater Ragil Surabaya, di teater inilah Meimura membentuk teater-teater muda.

Berikut Riwayat Tokoh Teater Meimura

Info Budaya Tokoh Teater Meimura di THR
Info Budaya Tokoh Teater Meimura di THR

Lahir di Surabaya 1963, mengenal teater sejak anak anak di perkumpulan wayang orang dan ludruk yang ada dikampungnya JI.Petemon I I Surabaya.

  • 1976 bergabung dengan teater pelajar Putra Wijaya asuhan Wayan Wisnuadi,
  • 1978 bergabung dengan teater Lekture Surabaya, latihan seni tari di PLT Wil w a t i k t a Surabaya.
  • 1980 mendirikan group lawak Boneka,
  • 1981 bergabung dengan Padepokan Seni Citra Loka, latihan Pantomin dengan teater pelajar Widyabakti bersama Akhudiat, mendirikan teater anak’Citra’, sebagai siswa kursus pendidikan guru drama ‘Perintis’.
  • 1982 mendirikan dan sebagai pemain kelompok ludruk ‘Monthero’.
  • 1984 mendirikan kelompok ludruk anak anak ‘Monthero’, menulis naskah ludruk ‘GoroGoro’ dan menggarapnya mengantar group ludruk Monthero sebagai peserta terbaik Festival ludruk sekodya Surabaya.
  • 1985 bersama teater anak anak Citra bergabung dengan teater Ragil Surabaya.
  • 1986 Workshop penulisan skenario drama TV dan film.
  • 1987 bergabung dengan ludruk GEMAS Pusura Surabaya, Staf Artistik Pekan Penata Tari Jawa Timur penyelenggara Studio T Surabaya, menggelar naskah ‘Goro Goro’ dengan ludruk Monthero di halaman Dewan Kesenian Surabaya.
  • 1988 membidani pergelaran Teater Ragil Surabaya di Taman Budaya Jatim dengan naskah karya Arifin C.Noer ‘Umang Umang’.
Info budaya Meimura dalam sebuah Pertunjukan
Info budaya Meimura dalam sebuah Pertunjukan
  • 1989 menggarap naskah karya Vredy Kastam Marta’Syech Siti Jenar’produksi Teater Ragil Surabaya di Taman Budaya Surabaya dan Surabaya Mall, salah satu sutradara pertunjukan drama kolosal’Viaduk Sebuah Saksi’karya Sam Abede Pareno.
  • 1990 Workshop teater kontemporer dengan Genjitsua Japan,menggarap pertunjukan happening art pembukaan pameran pelukis Setyoko,koordinator 11 pertunjukan kolosal pembukaaan PORWANAS di gelora Sepuluh Nopember Surabaya,staf artistik parneran lukisan Damar kurung mbah Masmundari,workshop dengan Sardono W.kusumo di Dewan Kesenian Surabaya.
  • 1991 salah satu sutradara pergelaran dance teater ‘ Kidung Cak Durasim’ di pelataran Dewan Kesenian Surabaya produksi Teater Ragil Surabaya dan Studio tari Citra, workshop teater konternporer dengan Putu Wijaya, stage manager pergelaran musik stamic Quartet Cekoslovakia penyelenggara Hyatt Regency dan Studio T Surabaya.
  • 1992 menulis dan menggarap naskah adaptasi ‘ Bianglala’mengantar Teater Ragil Surabaya sebagai group terbaik III lomba drama HUT Jawa Pos, menulis naskah adaptasi’Bandit Bandit’ dan menggarap poduksi teater Ragil Surabaya, melatih dan menggarap pertunjukan Pantomirn Kelompok dokter spesialis ortopedi RSUD.Dr.Soetomo Surabaya, workshop penata cahaya dengan Pak Hengky Solo.
  • 1993 Menulis naskah pertunjukan’Kuman’menggarapnya produksi Teater Ragil Surabaya di Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika, seleksi Pertemuan Teater Indonesia Dewan Kesenian Surabaya, Parade Drama Dewan Kesenian Surabaya, Pentas alternatif Taman Budaya Surakarta, menggarap naskah karya Kikuchikhan terjemahan Egorahgo ‘ Orang Gila Diatas Atap’ produksi Teater Ragil Surabaya di Sepekan Naskah Naskah Jepang IKIP Malang. Menggarap naskah karya Tubagus Hidayatullah ‘Laut Luar Laut Dalam’di Festival Seni Chairil Anwar di AKSERA Surabaya.
Info budaya Meimura dalam sebuah Pertunjukan
Info budaya Meimura dalam sebuah Pertunjukan
  • 1994 Menulis naskah’Tanda Seru’menggarap produksi Teater Ragil Surabaya di Temu Teater Valentine Day penyelenggara Teater Pavita Surabaya, di Forum Tiga Menguak Takdir Dewan kesenian Surabaya dan di Universitas Gajayana Malang, stage manager Pekan Seni Pemuda penyelenggara AKSERA.
  • 1995 menulis naskah’Periuk Sang Perkasa’ produksi Teater Ragil Surabaya di Parade Seni WR.Supratman dan di pelataran Dewan Kesenian Surabaya bersama Kelompok Seni Rupa Bermain, menulis dan menggarap pertunjukan poduksi Teater Ragil Surabaya’Anak Yang Hilang’di Hotel Mustika Tuban penyelenggara Forum Teater Tuban dan di UNMUH Malang.
  • 1996 memainkan monolog ‘Anak yang hilang’di Sepekan Seni Experimen Taman Budaya Jatim, menggarap naskah karya Arifin C.Noer ‘Dalarn Bayangan Tuhan’di PPIA acara Sepekan Naskah Arifin C.Noer penyelenggara Yayasan Pengembanagn Seni Rupa
  • Surabaya(AKSERA),menulis naskah Bukan Milik Batu Batu produksi Teater Ragil Surabaya dan Bidang Kesenian Kanwil Dikbud di Taman Budaya Jatim, terlibat kolaborasi seni pertunjukan di Atrage Festival Perth Australia Barat karya A.Fauzi ‘Upacara’ produksi Yayasan Seni Surabaya, menulis naskah monolog ‘Lingkaran’ dan memainkan di Malang, Surabaya dan Makassar, pelaksana produksi Festival Seni Surabaya penyelenggara Yayasan Seni Surabaya.
  • 1997 Menulis naskah’Bapak dalam akuarium’ dan menggarap produksi Teater Ragil Surabaya di Taman Budaya Jatim ,menggarap pertunjukan Parrentesis produksi Gardamido Surabaya di Hotel Westin Surabaya.
  • 1998 menggagas dan mernainkan pertunjukan aksi reformasi di pelataran Balai Pemuda Surabaya, melatih dan menggarap pertunjukan Pantomin Taruna AKABRI Laut Surabaya, stage manager PEKSIMINAS seksi drama penyelenggara UNAIR Surabaya.
  • 1999 penggagas dan salah satu sutradara pertunjukan multimedia pembukaan Festival Seri Surabaya di pelataran Taman Hiburan Rakyat Surabaya, panggagas dan menggarap pertunjukan Ritual kelahiran’ di Patirtan Jolo Tundo Trawas Majokerto, workshop scenography dengan mbah Rudjito dan Sony Sumarsono di STKW pelaksana produksi Festival Seni Surabaya.
  • 2000 penggagas dan salah satu sutradara pertunjukan multimedia pembukaan Festival Seni Surabaya, mernainkan monolog’Lingkaran’di Festival Cak Durasim 1, menggarap naskah Lebah Kecil produksi teater Anak Ragil Surabaya, memainkan pertunjukan ‘Benang Merah Kelahiran’ di pembukaan pameran palukis Setyoko dan Hardjiman, menulis naskah pertunjukan monolog’Satu Cinta’, pimpinan produksi Festival Seni Surabaya.
Pengurus Perkumpulan Kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Foto Bersama Pak De dan Bude Karwo
Pengurus Perkumpulan Kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara Foto Bersama Pak De dan Bude Karwo
  • 2001 penata artistik Festival Musik Kalimas III, memainkan monolog Satu Cinta di Indonesia Dance Forum di Palu, Banjarmasin Monolog Festival, Temu Teater Kawasan Timur Indonesia (KATIMURI) di Nusa Tenggara Barat, pembukaan pameran Kidung Perdamaian di balai Surabaya Post, Sidoarjo, Jombang, Malang, Jember, Festival Cak durasim II, Sumenep.
  • 2002 memainkan monolog Satu cinta di Lab Teater STSI Bandung, Teater Arena Taman Budaya Surakarta, Gresik, Jakarta, Universitas Kristen Petra Surabaya, Padang , Medan.

Dan sampai sekarang Meimura masih melakoni teater dan Ludruk bersama rekan seprofesinya di THR (Taman Hiburan Rakyat) Surabaya, seperti lakon Paman Ndoblang yg terinspirasi dari Puisi karya WS.Rendra dipentaskn Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara 30 juni pkl 19.30 di Gedung Ludruk THR melibatkan pemain anak anak hingga pemain Senior. Tidak disangka Direktur Kesenian Kemendikbud hadir ditengah tengah penonton kami. Teeimakasih kami telah dijenguk.

Info Budaya Salah Satu Karya Meimura di THR Surabaya
Info Budaya Salah Satu Karya Meimura di THR Surabaya

Pada bulan ini tepatnya tanggal 29 Juli 2018 bertempat di THR Surabaya Meimura menyutradarai Ludruk Paman Doblang, Bersama Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara.

LEAVE A REPLY