Ketoprak

Pagelaran ketoprak khas Nganjuk berjudul Geger Wilis, pagelaran ini menceritakan kedamaian bumi perdikan Nganjuk Ladang yang baru mendapat anugerah dari Mpu Sindok terusik oleh prajurit Sriwijaya yang belum bisa menerima kekalahan dari pasukan mPu Sindok yang dibantu masyarakat Anjuk Ladang. Ki Sora ingin mengembalikan kejayaan Sriwijaya menjadi pembuat masalah agar Nganjuk Ladang hancur.
Klenengan

Mengenal budaya Indonesia serta mengenal kearifan lokal, baik seni seperti alat musik, tari-tarian pakaian, seperti masyarakatnya, baik awal mula terbentuknya letak lokasi.
Klenengan atau yang acap kali disebut uyon – uyon Klenengan merupakan karawitan mandiri yang tidak hanya digunakan sebagai iringan tari tapi dapat digunakan dalam pertunjukan mandiri yang mengedepankan kaidah – kaidah ilmu karawitan yang menekankan nilai – nilai estetika dan etika. Uyon – uyon Klenengan biasa di pertontonkan sebagai salah satu atraksi budaya pada hari jadi kabupaten Nganjuk bersama dengan Pawai Alegoris.
Jaranan

Nganjuk memiliki masyarakat budaya agraris yang menjadikan kesenian Jaranan tetap lestari dalam setiap upacara Baritan.

Kesenian Jaranan berkembang di kecamatan Kurungrejo, sekitar 3 km arah selatan kabupaten Nganjuk. Upacara Baritan yang dalam bahasa Jawa merupakan akronim dari bubar ngarit tanduran ( setelah selesai menyiangi tanaman) ini, dimaksudkan sebagai media komunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hewan ternak para petani terhindar dari malapetaka dan penyakit.
Tahun 1971 seiring semakin ditinggalkannya upacara Baritan, Setyono (Penilik Kebudayaan) memasukkan tari Jaranan sebagai pembuka upacara tersebut.






















