Home Budaya Keseimbangan Alam, Acara Ngarak Kucing

Keseimbangan Alam, Acara Ngarak Kucing

700
0
SHARE
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya

Memang kalau sejenak kita renungkan terkait kearifan lokal yang tetap dipertahankan oleh sedulur-sedulur Tengger, bahwa mereka memandang tahapan perkembangan plasmanutfah/ makhluk hidup maupun makrokosmos/ jagad raya selalu berakhir pada berbagai kemungkinan.

Pertama memiliki sifat pegas dan daya adaptasi yang lumayan lentur, sehingga mendorong organisma maupun pribadi-pribadi mampu bertahan dan bahkan mungkin berkembang terus menuju kesempurnaan. Kedua cenderung kaku terhadap setiap hal yang ada di sekelilingnya yang ujung muaranya pada daya hidup satu nada/ monoton bahkan mengakibatkan kehampaan.

Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya

Maka tidaklah mengherankan jika melihat seseorang maupun komunitas tertentu terus berkembang meningkat seiring deret hitung. Atau sebaliknya terpuruk tanpa bisa berbuat lebih. Hal itu sangat mungkin disebabkan proses adaptasi masing-masing pelaku kehidupan yang tidak sama antara kelompok yang satu dan komunitas yang lain.

Mengenal budaya Indonesia serta mengenal kearifan lokal, baik  seni seperti alat musik, tari-tarian pakaian, seperti masyarakatnya, baik awal mula terbentuknya letak lokasi.

Adaptasi atau penyesuaian diri akan selalu muncul manakala menghadapi sesuatu ancaman terhadap keberlangsungan kehidupan. Baik kehidupan itu sendiri maupun nilai-nilai penopangnya, seperti etika, moral, dan integritas. Etika adalah nilai-nilai kesopanan menurut acuan moral komunitas bersangkutan.

Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya

Moral merupakan puncak tertinggi kesadaran seseorang serta kelompok. Jika moral masyarakat rendah maka rendah pula kadar humanismenya, sedangkan jika moralitas baik selalu dijunjung tinggi maka sangat mungkin derajat kemanusiaan akan melahirkan jiwa-jiwa agung dalam kancah keberlangsungan hidup.

Sedangkan integritas meliputi loyalitas pribadi-pribadi yang dilandasi semangat pengorbanan terhadap tugas, tanggungjawab, kewajiban, baik terhadap diri, keluarga, masyarakat, negara-bangsa, maupun terhadap keyakinan dan Tuhannya.

Meski secara nyata tiga fitrah kemanusiaan tidak bisa lepas dari keseharian kita, namun kenyataannya untuk menggabungkan masih diperlukan kearifan personal maupun komunal terhadap eksistensi tiga fitrah kemanusiaan itu. Karena masih kerap kita jumpai penuduhan bahwa seni budaya adalah biang penodaan agama. Sedangkan filsafat secara masif terkadang dipinggirkan oleh pemahaman keagamaan yang sempit.

Tengara pencerahan perlu disegerakan pencapaiannya. Titik kulminasi dari serangkaian proses kontemplasi diri adalah tawaran yang sangat pas guna bersatunya tiga fitrah kemanusiaan, yaitu agama, filsafat, dan seni budaya. Tiga hal yang sanggub memposisikan umat manusia menjadi makhluk utama yang memiliki pemahaman kearifan secara paripurna.

Tengger sebagai salah satu simpul kebudayaan di Jawa Timur masih banyak menyajikan misteri bagi warga Jawa Timur khususnya. Karena adat-istiadat komunitas suku Tengger yang unik sekaligus berbeda dibandingkan dengan kantong-kantong kebudayaan di propinsi ini.

Kenyataan tersebut sangat luar biasa ketika daerah-daerah atau simpul-simpul kebudayaan di luar Tengger justru terjebak pada kemandegan berbudaya, yang ditandai dengan sejumlah aktifitas seni budaya hanya sebagai simbolisme semata. Sedangkan Tengger tetap bertahan dengan kearifan-kearifan lokalnya di tengah serbuan arus informasi dari luar yang sulit dibendung.

Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya

Melihat Tengger dan gunung Bromonya seakan melihat potret masa lalu peradaban imperium Majapahit dalam kemasan kekinian. Upacara-upacara adat yang bertebaran di tengah kehidupan komunitas Tengger yang tersebar di empat kabupaten adalah bukti nyata yang tidak bisa disangkal, bahwa tepatlah kiranya orang-orang Tengger dengan didukung warga Jawa Timur harus melakukan penyelamatan aset kearifan lokal ini sebelum tergerus dan terjebak pada situasi intergnum. Artinya satu kondisi ketika nilai-nilai lama sudah ditinggalkan, tetapi nilai baru belum ditemukan wujudnya.

Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya
Keseimbangan Alam dan Acara Ngarak Kucing-Info Budaya

Upacara Ngarak Kucing dilaksanakan sebagai perwujudan keinginan masyarakat desa Wonokerso terhadap keseimbangan alam yang diharapkan dapat memberikan keberkahan terhadap hasil panennya yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani sayur mayor digunung. Secara singkat permohoonan hujan yang berkah bukan bencana.

LEAVE A REPLY