Tantangan Kesenian Tradisional Bag I

AddThis Social Bookmark Button

tantangan kesenian tradisionalPADA awal 1990, semesta intelektual kita banyak membentangkan persoalan kesejagatan. Iklim pergaulan kesejagatan menjadi fenomena menarik, yang setiap pemikir mengajukan pelbagai gagasannya untuk mengantisipasi dunia yang semakin terbuka. Jago utama Polemik Kebudayaan Sutan Takdir Alisjahbana pun sempat mengajukan istilah Bumantara bumi Nusantara, di antara pulau dan benua-benua besar yang terbentang di semesta jagat kita.

Kalangan akademik menjadi titik sentral yang mampu mengantisipasi tantangan zaman yang sedang berkembang tersebut. Pendidikan tinggi menjadi faktor penentu seseorang untuk mengikuti tata pergaulan mensejagat itu. Memang, fenomena paling menonjol yang tengah terjadi pada kurun waktu sejak itu, adalah terjadinya proses globalisasi. Proses perubahan inilah yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga.